Api yang Tak Padam ala autotrade gold – Cahaya mata mereka boleh padam, tapi itu tak memadamkan seman- gat mereka untuk mengenal dunia. Berangkat dari keprihatinan soal minimnya pengetahuan teknologi dari rekan-rekan tuna netra dan sebenarnya banyak yang bisa dilakukan mereka dengan bantuan teknologi, maka Aris Yohannes bersama beberapa rekan lantas mendirikan komunitas Information Technology Community for Blind (ITCFB).

“Kita mau fokus untuk teknologi bagi tunanetra. Gimana teman-teman bisa tahu teknologi untuk tunanetra. Intinya fokus IT yang accessible (untuk tuna netra) sekaligus sebagai sarana penyampai informasi dan pembelajaran bagi mereka,” jelas Aris Yohanes, salah satu pendiri ITCFB. Fokus mereka terhadap kebutuhan TI untuk tuna netra disebutkan Aris karena kebutuhan teknologi tiap penyandang disabilitas berbeda. Bagi tuna netra dibutuhkan teknologi yang bisa membantu mereka “melihat” sekitar dan apa yang ada di layar.

Menantangnya Era Smartphone Ketika semua ponsel beralih dari feature phone penuh tombol menjadi telepon berlayar datar, bukan hanya orang-orang tua yang menderita. Hal yang sama juga terjadi pada saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas tuna netra. Sebuah ponsel hanya layar datar, tanpa tombol yang tak bisa diraba dan dirasakan. “Banyak yang bingung juga sih waktu peraihan ke smartphone. Mereka banyak yang masih cari-cari feature phone, padahal kan sekarang susah banget cari feature phone. Jadi kita bilangin ke teman-teman kalau kita juga bisa pakai smartphone,” terang Mariana Messah, salah satu anggota ITCFB.

“Bahkan ada teman aku yang dapet iPhone dan dijual murah karena dia ngga tau itu bisa dipakai, karena ngga ada tombolnya. Dia pikir buat apa, ngga bisa dipakai juga. Pas ketemu kita dan kita bilangin kalau itu bisa dipakai, baru deh dia nyesel,” lanjut wanita yang bekerja disalah satu stasiun televisi swasta ini. Untuk menggunakan smartphone, untuk Android teman-teman tunet mengandalkan TalkBack. Hanya saja tidak semua ponsel ternyata punya layanan pembaca layar yang baik bagi tunet. Meski ada screen reader, beberapa hal masih menjadi tantangan bagi tunet.

Sumber : https://teknorus.com/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *