Sosok di Balik Para Sastrawan

Di balik sastrawan besar, selalu ada editor jenius. Sastrawan seperti Ernest Hemingway dan F. Scott Fitzgerald tidak akan menemukan bahasanya jika tidak melalui diskusi intens dengan Maxwell Perkins (Colin Firth), editor penerbit Scribner yang dikenal bertangan dingin dan bersenjata pensil merah yang akan mencoret kalimat berlebih dan halamanhalaman yang keluar dari konteks cerita. Editor sastrawan (di negara maju) tak hanya berfungsi menjagal bagian naskah yang bertele-tele, tapi juga menjadi kawan diskusi sang penulis sekaligus pendorong saat seorang penulis tengah macet. Akan halnya Thomas Wolfe, sastrawan asal North Carolina—jangan tertukar dengan penulis terkemuka Tom Wolfe yang dikenal dengan jurnalisme sastra—mengalami sebaliknya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *