Jangan pula terlalu sering menerapkan time out pada setiap perilaku negatif si prasekolah, karena akan membuat pemberian jeda waktu itu malah menjadi tidak efektif. Kita bisa menerapkan time out saat si prasekolah melakukan tindak an agresif, seperti menggigit, memukul, menendang, atau melempar barang. Begitu juga dengan jumlah anak yang ada di rumah. “Pada anak kembar, penerapan time out bisa sangat membantu, terutama saat mereka bertengkar ketika bermain,” kata Nadia yang memiliki dua putri kembar.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Berbeda dengan mengasuh satu anak, anak kembar memiliki kecenderungan meniru satu sama lain lebih tinggi. Jika yang satu menangis, yang lain akan ikut-ikutan. Begitu pula dalam hal bermain, saat satu anak ingin unjuk diri, yang satunya akan membalas juga unjuk diri. “Nah, biasanya setelah itu karena sama-sama enggak mau kalah, akhirnya ribut deh anak-anak ini. Dari situ biasanya saya akan mengangkat satu anak yang paling emosional,” jelas Nadia. Time out bisa dilakukan dengan memisahkan kedua anak, agar masing-masing anak bisa “berpikir” sejenak pada apa yang baru ia lakukan.

Mengalihkan perhatian salah satu anak pada kegiatan lain, sementara anak lain yang lebih emosional diberikan jeda waktu. Hanya dengan melihat saudara kembarnya asyik bermain, sedangkan ia harus berhenti sementara, akan mendorong anak mengubah perilakunya. Setelah beberapa saat, ajaklah anak bicara dan beri pengertian dengan bahasa yang mudah ia pahami. Coba bicarakan tentang perilaku tidak menyenangkan yang ia lakukan. Contoh, saat ia menendang kakaknya karena tidak mau berbagi mainan.

Katakan pada anak bahwa ia salah telah melakukan itu dan minta anak meminta maaf pada kakaknya. Fokuslah pada perilakunya, bukan kepribadian anak. Hindari melabel anak se perti “Kamu nakal!” atau “Kamu bandel.” Cukup katakan, “Jangan pernah menendang kakakmu, itu sakit,” dengan suara tenang tapi tegas. Jagalah perkataan kita, jangan sampai kelepasan bicara dan memarahi atau membentak anak. Maka, pastikan kita juga sudah dalam kondisi tenang, tidak kesal atau marah.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *