Alat Pendeteksi Gula Darah

Beberapa waktu lalu, Roche Indonesia, pemegang merek Accu-Chek, menyelenggarakan kegiatan edukasi media. Edukasi ini bertujuan memaparkan informasi mengenai pentingnya pengelolaan diabetes. Tujuan utama pengelolaan diabetes adalah menjaga kualitas hidup pasien sehingga dapat hidup senormal mungkin, menghambat timbulnya komplikasi dan mencegah mortalitas atau kematian.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Dokter Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD-KEMD, FINASIM, ahli penyakit dalam dan konsultan endokrin dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam acara tersebut menjelaskan, “Diabetes melitus (DM) dapat merusak organ-organ penting dalam tubuh kita. Kerusakan organ-organ pen ting tersebut akibat gula darah yang terus tinggi berkepanjangan sehingga merusak dinding pembuluh darah kecil (mikrovaskular) maupun pembuluh darah besar (makrovaskular).”

Salah satu aspek pengelolaan DM adalah monitoring gula darah agar selalu berada dalam target yang diinginkan. Monitoring gula darah ini dapat dilakukan pasien secara mandiri sehingga data yang sudah terkumpul dapat membantu dokter untuk menyesuaikan terapi. “Saat ini, pengecekan gula darah dapat dilakukan secara mandiri, lebih mudah dan lebih nyaman.

Salah satu solusi menghemat biaya perawatan diabetes adalah dengan melakukan pengecekan gula darah secara terstruktur dengan menggunakan alat monitor gula darah yang akurat,” ujar dr. Benny Kurniawan, Manajer Pemasaran PT Roche Indonesia. Roche Indonesia mengeluarkan produk Accu–Chek, yaitu adalah alat monitor untuk mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh bagi diabetesi dan non-diabetesi yang dapat digunakan sehari–hari di mana saja dan kapan saja dengan hasil akhir akurat yang setara dengan hasil laboratorium.

Sebagian besar masyarakat Indonesia juga tidak menyadari bahwa air yang diminum betul-betul merupakan air bersih dan layak konsumsi. Bisa jadi, air yang mereka konsumsi telah tercemar oleh bak teri patogen ataupun limbah yang mengandung B3 (ba han berbahaya dan beracun) seperti timbal. ”Ke sadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi air higienis masih rendah. Mengonsumsi air dengan kualitas buruk dapat meningkatkan risiko penyakit yang diakibatkan dari kuman dalam air (waterborne diseases), seperti leptospirosis, kolera, hipotiroid, sakit kuning, dan sebagainya,” kata Prof. dr. Umar Fahmi Achmadi, MPH, Ph.D., Guru Besar FKM UI.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *