Air Tanah Bisa Tercemar ke Situs Judi Online Juga, Lho!

Air Tanah Bisa Tercemar ke Situs Judi Online Juga, Lho! – “Enggak tahu kenapa, air dari keran mendadak keruh. Malah, warnanya kuning banget. Baju-baju putih jadi rusak semua,” keluh Toni, seorang pria yang berdomisili di Bandung, tentang masalah air di perumahan lamanya. Kala itu, Toni menggunakan air tanah untuk menunjang aktivitas sanitasi di rumahnya. Toni menjelaskan, ia sudah melakukan beragam cara agar air di baknya kembali jernih. Namun, usahanya tetap gagal. Air tetap kuning dan keruh. Oleh karena itu, akhirnya keluarga Toni memutuskan untuk pindah. “Saya sudah enggak tahan,” ungkap Toni. Hal ini dirasakan pula oleh Fahri, seorang pria yang kesehariannya berprofesi sebagai jurnalis di sebuah media besar di Jakarta. Ia mengungkapkan keluhannya akan air tanah yang mengalir di rumah kosnya, ketika ia masih mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. “Enggak cuma kuning. Sehabis mandi, kulit saya jadi kering dan gatal-gatal,” ujar Fahri bercerita. Kasus itu berlangsung selama kurang lebih 3 bulan. Toni dan Fahri tidak sendirian. Kasus pencemaran air tak hanya terjadi di Indonesia, namun dirasakan pula di seluruh pelosok bumi. Bahkan, belakangan, air tanah—air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah—mulai tercemar oleh zat-zat polutan yang datang dari industri atau limbah rumah tangga.

Air Tanah Bisa Tercemar ke Situs Judi Online Juga, Lho!

Terjadinya Krisis Air Bersih

Memang, bumi diperkirakan akan mengalami krisis air bersih di tahun 2030 kelak. Padahal, air merupakan sumber kehidupan seorang manusia. Dalam satu hari saja, manusia memerlukan kurang lebih 56 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, mulai dari minum, mandi, sanitasi dan memasak. Sayangnya, tingkat populasi penduduk yang membludak membuat kuantitas air bersih di bumi semakin menipis. Terlebih lagi, karakter air tanah di Indonesia cenderung memiliki kadar besi dan asam organik yang tinggi, jika melihat kondisi alamnya. Sebagian besar wilayah di Indonesia—terutama di lereng gunung—memiliki kondisi geologis dengan deposit kadar besi (Fe) yang tinggi. Aktivitas manusia pun bisa menyebabkan kadar besi di air tanah meninggi. Tak hanya kadar besi, kadar asam organik di Indonesia pun cenderung tinggi, terlebih di daerah bakau.

Kenapa Air Tanah Tercemar?

Dilansir dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990, pencemaran air merupakan peristiwa masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lainnya ke dalam air oleh manusia (baik sengaja atau tidak disengaja), sehingga kualitas air menurun dan tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukkannya. Pencemaran air tanah merupakan salah satu kasus lingkungan yang langsung berkenaan dengan manusia. Masalahnya, diperkirakan sekitar 70% masyarakat Indonesia masih menggunakan air tanah untuk kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk mandi dan sanitasi. Padahal, tak semua air tanah memenuhi baku mutu air—batas kadar unsur polutan yang masih ditolerir.

Lantas, hal-hal apa saja yang bisa membuat air tanah di rumah Anda tercemar?

1. Infiltrasi (penyusupan) larutan bahan pencemar dari tempat penampungan sampah melalui proses pencucian oleh air hujan.
2. Perembesan dari saluran pembuangan rumah tangga. Biasanya, disebabkan oleh rancangan septic tank yang tidak memadai dan tak mengikuti standar.
3. Pengendapan limbah sungai yang tidak segera ditanggulangi.
4.Limbah kimiawi rumah tangga—seperti deterjen—yang menggenang langsung di tanah.
5. Perumahan-perumahan di sekitar kawasan industri memiliki air tanah yang berpotensi tinggi terkena polusi, mengingat kemungkinan pembuangan limbah kimiawinya langsung menyusup dan bercampur dengan air tanah.
6. Penggunaan air tanah secara berlebihan dalam satu waktu yang singkat tanpa Atasi dengan Cara Ini! disertai proses pengembalian air ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan konsentrasi bahan pencemar terlarut dalam tanah semakin pekat.

Ciri-ciri Pencemaran Air Tanah

Secara garis besar, penyebab pencemaran terbagi atas 2 kelompok besar, yakni zat kimia dan mikroorganisme. Dua-duanya memiliki dampak yang samasama berbahaya, mengingat air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia yang berkenaan langsung dengan tubuh. Sebenarnya, Anda bisa membedakan air bersih dan air yang sudah tercemar dengan merasakan ciri-ciri fisiknya saja. Perhatikan tingkat kejernihan air, perubahan suhu, warna, perubahan warna, bau dan rasa air tersebut. Sesuai baku mutu air, air yang masuk pada golongan B (air yang bisa digunakan untuk bahan baku minum, masak, mandi, dan sanitasi), seharusnya tidak berbau, tidak berasa, berada dalam suhu udara maksimal 3OC, tingkat kekeruhan pada batas 5 skala NTU (Nephelo Metrix Turbidity Unit), tingkat warna pada batas 15 skala TCU (True Color Unit), dan jumlah zat padat terlarut sebesar 1000mg/L.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *