Plasenta Previa

Plasenta tumbuh di tempat yang tidak normal, yakni di bagian bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir. Di trimester 3, mamil dengan plasenta previa berisiko mengalami perdarahan yang biasanya muncul secara tiba-tiba, jumlahnya cukup banyak, namun tidak disertai rasa sakit. Sebanyak 50% kasus perdarahan yang terjadi di trimester 3 disebabkan oleh plasenta previa. Perdarahan ini dapat berhenti dengan sendirinya, tetapi kemungkinan akan muncul lagi dalam beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Mama dengan kehamilan plasenta previa juga berisiko melahirkan prematur.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

‘ Abrupsio/solusio plasenta.

Lepasnya plasenta (sebagian atau seluruhnya) dari dinding rahim sebelum waktu persalinan tiba. Meski cukup jarang terjadi, namun kondisi ini dapat membahayakan keselamatan mama dan janin. Selain perdarahan hebat, gejala lainnya adalah nyeri perut, pergerakan janin berubah atau berkurang, nyeri punggung, rahim terasa sakit, dan timbul kontraksi yang berlangsung cepat. Kehamilan dengan kondisi abrupsio plasenta juga berisiko untuk dilahirkan secara prematur.

 

‘ Preeklamsia

Tekanan darah mamil mendadak naik hingga 130/90 (normalnya 120/80) atau lebih. Mamil yang menderita preeklamsia biasanya juga mengalami peningkatan kadar protein di urine dan pembengkakan pada kaki, jari tangan, serta wajah. Tekanan darah tinggi ini dapat berbahaya karena bisa membuat pembuluh darah di rahim mengerut dan menghambat suplai oksigen serta nutrisi ke janin. Umumnya, mamil yang mengalami preeklamsia akan merasakan gejala pusing, kaki bengkak, dan mata berkunang-kunang.

 

‘ Ketuban pecah dini (KPD).

Normalnya, ketuban pecah ketika mamil sudah memasuki proses persalinan atau di saat usia kandungan sudah cukup untuk dilahirkan. Bila ketuban pecah saat usia kehamilan di bawah 37 minggu atau sebelum adanya tanda-tanda persalin an, kemungkinan terjadi ketuban pecah dini (KPD). Cairan ketuban yang pecah dini akan keluar dalam jumlah banyak, berwarna putih agak keruh, dan tidak dapat ditahan. Umumnya KPD terjadi secara tiba-tiba karena mamil tak merasakan mulas atau sakit pada perut sebelumnya. Sebagian besar penyebab KPD adalah infeksi bakteri yang mengakibatkan selaput ketuban menjadi tipis dan mudah pecah. Selain itu, KPD juga bisa terjadi akibat tingkat keasaman (pH) pada vagina di atas 4,5; terdapat kelainan pada mulut rahim, dan kadar CRH (corticotropin releasing hormone) maternal mamil sangat tinggi. Untuk mencegah KPD, mamil perlu menjaga kebersihan area vagina (termasuk saat berhubungan intim) dan menghindari stres.

Sumber :

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *